Selasa, 28 Februari 2023

Aksi Nyata Merdeka Belajar

 Merdeka Belajar

Pada artikel ini, saya ingin berbagi terkait salah satu topik di Platform Merdeka Mengajar, yaitu tentang MERDEKA BELAJAR.  Adapun tujuan dari topik ini antara lain:
  • Pemahaman gagasan dan prinsip pendidikan berdasarkan pemikiran KHD
  • Pemahaman untuk memfasilitasi murid agar tumbuh sesuai dengan kodratnya.
  • Penerapan pembelajaran yang memerdekakan murid
Ada 5 modul yang dibahas pada topik MERDEKA BELAJAR ini, yaitu
  • Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik
  • Mendidik dan Mengajar
  • Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh
  • Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti
  • Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan

Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik

Sebagai Pendidik tentu sudah seharusnya mampu mengenali karakteristik dan kebutuhan murid. Akan tetapi hal yang paling mendasar juga harus dimulai dari diri sendiri yaitu mengenali kekuatan dan kelemahan diri. Kita perlu terus belajar agar bisa menghantarkan murid-murid untuk berdaya dan menjadi manusia merdeka.

Menurut Ki Hajar Dewantara (KHD)

Manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya bersandar pada kekuatan sendiri baik lahir maupun batin, tidak tergantung pada orang lain.

 Salah satu langkah awal kita sebagai pendidik adalah bagaimana kita memaknai dan menghayati pribadi kita sebagai manusia yang merdeka untuk terus belajar.

Menurut Ki Hajar Dewantara (KHD)

Pendidik itu menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.

Tidak dipungkiri bahwa peran guru amatlah penting bagi perkembangan murid.  Sebagai guru kita pasti ingin membekali murid-murid dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk terus belajar, mendampingi mereka, memahami dan mencapai tujuan belajar.

Mengutip Ki Hajar Dewantara (KHD)

Memberi ilmu demi kecapakan  hidup anak dalam usaha mempersiapkannya untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti seluas-luasnya.

Setiap hal kecil yang kita sampaikan di kelas akan berkontribusi pada kecakapan hidup anak saat dewasa.  Semua yang kita rancang  untuk disimak murid-murid mesti bertujuan, sebab saat mengajar di dalam kelas, Ibu dan Bapak guru sebenarya sedang membentuk budaya masa depan lewat murid-murid kita. 

Mendidik dan Mengajar

Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 

Menurut KHD (2009), 
“pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”

KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 

Menurut Ki Hajar Dewantara, anak-anak tumbuh berdasarkan kekuatan kodratnya yang unik, tidak mungkin pendidik mengubah padi menjadi jagung atau sebaliknya. Mendidik tidak hanya berbentuk pengajaran yang memberikan pengetahuan kepada murid tetapi juga mendidik ketrampilan berpikir, mengembangkan kecerdasarn batin. Pendidikan pikiran (intelektual) murid sebaiknya dibangun setinggi-tingginya, seluas-luasnya dan selebar-lebarnya untuk mewujudkan perikehidupan lahir dan batin dengan baik-baiknya. Setiap murid memiliki kekuatan-kekuatan yang memerlukan “tuntutan” orang dewasa.

Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh

Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 

Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti

Setiap peserta didik memiliki kecerdasan berpikir masing-masing. Kecerdasan berpikir peserta didik harus dapat mengembangkan budi pekerti atau watak murid. Pembentukan watak ini bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. 

Dalam teori konvergensi menyatakan bahwa hal dominan dalam pendidikan anak adalah faktor bawaan atau hereditas.  Dalam hal ini setiap anak membawa potensi yang diperoleh secara genetis dari pendahulunya, termasuk ayah dan ibu. Fungsi dari pendidikan ini adalah mengembangkan potensi bawaan anak yang positif dan menyamarkan potensi bawaan yang negatif. 

Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan

Ada 3 poin penting dalam modul Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagian pada topik Merdeka Belajar ini, diantaranya:
  • Selamat dan Bahagia
  • Sistem Among
  • Merdeka Belajar Abad 21
Selamat dan Bahagia
Pendidikan seharusnya dapat mengantarkan peserta didik untuk keselamatan dan kebahagian hidupnya.  Pendidikan tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi mendorong murid untuk menemukan pemahaman bermakna yang relevan dengan kehidupannya. 

Sistem Among
Sistem among diciptakan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani 

Merdeka Belajar Abad-21
Kompetensi yang diharapkan di abad 21 menjadi kompetensi yang perlu dimiliki murid untuk menghadapi tantangan-tantangan ke depan. Salah satu caranya adalah memerdekan murid dalam belajar, menggali keingintahuannya dengan bimbingan guru.

Terima Kasih.

Setelah membaca artikel tentang aksi nyata untuk topik MERDEKA BELAJAR, mohon Bapak/Ibu untuk mengikuti form umpan balik terkait kegiatan yang sudah saya lakukan:

0 komentar:

Posting Komentar