SAGUSAVA

Sagusava (Satu Guru Satu Canva) untuk Pendidikan lahir sebagai kanal resmi Ikatan Guru Indonesia pada tanggal 24 Februari 2022.

Parade Canva Nusantara

Trainer Canva Pandu Digital JSDI Provinsi Kalimantan Utara mengadakan workshop pemanfaatan Canva untuk pendidikan dengan tema Inovasi Pembelajaran dengan Canva.

SAGUSABLOG

Sagusablog (Satu Guru Satu Blog) adalah salah satu kanal resmi dari Ikatan Guru Indonesia (IGI).

SAGUSABLOG

Sagusablog (Satu Guru Satu Blog) adalah salah satu kanal resmi dari Ikatan Guru Indonesia (IGI).

Senin, 28 Oktober 2024

Pemanfaatan Quizizz Paper Mode di SDN 030 Tanjung Selor

Quizizz Paper Mode merupakan fitur dari platform Quizizz yang memungkinkan para guru mengelola kuis berbasis kertas (offline) dengan menggunakan teknologi yang umumnya tersedia secara online. Pemanfaatan Paper Mode ini bisa menjadi solusi bagi sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan akses teknologi atau koneksi internet, seperti di SDN 030 Tanjung Selor.


Quizizz Mode Kertas atau Paper Mode merupakan upaya yang dilakukan oleh Quizizz agar lebih banyak guru yang dapat memanfaatkan Quizizz dalam pembelajaran meskipun dalam keterbatasan perangkat di sisi siswa.
Peralatan pendukung untuk memainkan Quizizz Paper Mode, antara lain:
  • Laptop/komputer
  • Smartphone
  • Koneksi internet buat guru
  • Proyektor (opsional)
Cara penggunaan Quizizz Paper Mode:
  • Buka Quizizz.com
  • Login dengan akun belajar.id.
  • Pilih menu perpustakaanku.
  • Pilih salah satu Kuis yang telah ada
  • Pilih tombol Mode Kertas (Paper Mode)
Selengkapnya, silahkan baca presentasi berikut:


Terima kasih

Senin, 05 Agustus 2024

Pemanfaatan Google Lens pada Pembelajaran Kimia: Menjembatani Dunia Nyata dan Digital

Google lens
Siswa menggunakan Google Lens untuk mengindetifikasi jenis tumbuhan

Google Lens, sebuah fitur canggih yang memungkinkan pengguna mencari informasi melalui gambar, menawarkan potensi besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran kimia. Dengan kemampuannya mengenali objek, teks, dan bahkan rumus kimia, Google Lens dapat menjadi alat bantu yang efektif untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. 

Bagaimana Google Lens Dapat Dimanfaatkan dalam Pembelajaran Kimia?

Analisis Tumbuhan: Dengan memotret tumbuhan , siswa dapat mengetahui kandungan kimia yang terkandung di dalamnya.

Praktik ini saya laksanakan di fase E kelas X, secara sederhana tahap-tahap pembelajaran yang dilalui siswa, yaitu:

  • siswa dibagi dalam beberapa kelompok
  • tugas pertama mereka adalah mencari lima tumbuhan di sekitar lingkungan sekolah dengan menggunakan google lens
  • setelah mengetahui jenis tumbuhan tersebut, siswa mencari kandungan KIMIA yang ada di tumbuhan tersebut
  • dari beberapa senyawa kimia yang terkandung, siswa mengambil satu senyawa KIMIA, lalu mencari rumus KIMIA senyawa tersebut
  • nah, dari senyawa tersebut siswa bisa mengenal unsur-unsur apa saja yang terkandung dalam senyawa tersebut
Inilah cara saya mengenalkan KIMIA kepada siswa yang baru mengenal mata pelajaran ini, biar gak kayak gimana kali KIMIA ini.
Googl lens
Siswa mengidentifikasi jenis tumbuhan dengan menggunakan Google Lens

Google Lens menawarkan potensi besar untuk merevolusi pembelajaran kimia. Dengan memanfaatkan teknologi ini, siswa dapat belajar dengan lebih efektif dan efisien. Namun, penting untuk diingat bahwa Google Lens hanyalah alat bantu. Guru tetap memiliki peran penting dalam membimbing siswa dan memastikan bahwa mereka memahami konsep-konsep kimia secara mendalam. (halookimia)
 

Selasa, 28 Februari 2023

Aksi Nyata Merdeka Belajar

 Merdeka Belajar

Pada artikel ini, saya ingin berbagi terkait salah satu topik di Platform Merdeka Mengajar, yaitu tentang MERDEKA BELAJAR.  Adapun tujuan dari topik ini antara lain:
  • Pemahaman gagasan dan prinsip pendidikan berdasarkan pemikiran KHD
  • Pemahaman untuk memfasilitasi murid agar tumbuh sesuai dengan kodratnya.
  • Penerapan pembelajaran yang memerdekakan murid
Ada 5 modul yang dibahas pada topik MERDEKA BELAJAR ini, yaitu
  • Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik
  • Mendidik dan Mengajar
  • Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh
  • Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti
  • Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan

Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik

Sebagai Pendidik tentu sudah seharusnya mampu mengenali karakteristik dan kebutuhan murid. Akan tetapi hal yang paling mendasar juga harus dimulai dari diri sendiri yaitu mengenali kekuatan dan kelemahan diri. Kita perlu terus belajar agar bisa menghantarkan murid-murid untuk berdaya dan menjadi manusia merdeka.

Menurut Ki Hajar Dewantara (KHD)

Manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya bersandar pada kekuatan sendiri baik lahir maupun batin, tidak tergantung pada orang lain.

 Salah satu langkah awal kita sebagai pendidik adalah bagaimana kita memaknai dan menghayati pribadi kita sebagai manusia yang merdeka untuk terus belajar.

Menurut Ki Hajar Dewantara (KHD)

Pendidik itu menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak.

Tidak dipungkiri bahwa peran guru amatlah penting bagi perkembangan murid.  Sebagai guru kita pasti ingin membekali murid-murid dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk terus belajar, mendampingi mereka, memahami dan mencapai tujuan belajar.

Mengutip Ki Hajar Dewantara (KHD)

Memberi ilmu demi kecapakan  hidup anak dalam usaha mempersiapkannya untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti seluas-luasnya.

Setiap hal kecil yang kita sampaikan di kelas akan berkontribusi pada kecakapan hidup anak saat dewasa.  Semua yang kita rancang  untuk disimak murid-murid mesti bertujuan, sebab saat mengajar di dalam kelas, Ibu dan Bapak guru sebenarya sedang membentuk budaya masa depan lewat murid-murid kita. 

Mendidik dan Mengajar

Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 

Menurut KHD (2009), 
“pendidikan dan pengajaran merupakan usaha persiapan dan persediaan untuk segala kepentingan hidup manusia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun hidup berbudaya dalam arti yang seluas-luasnya”

KHD menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 

Menurut Ki Hajar Dewantara, anak-anak tumbuh berdasarkan kekuatan kodratnya yang unik, tidak mungkin pendidik mengubah padi menjadi jagung atau sebaliknya. Mendidik tidak hanya berbentuk pengajaran yang memberikan pengetahuan kepada murid tetapi juga mendidik ketrampilan berpikir, mengembangkan kecerdasarn batin. Pendidikan pikiran (intelektual) murid sebaiknya dibangun setinggi-tingginya, seluas-luasnya dan selebar-lebarnya untuk mewujudkan perikehidupan lahir dan batin dengan baik-baiknya. Setiap murid memiliki kekuatan-kekuatan yang memerlukan “tuntutan” orang dewasa.

Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh

Ki Hadjar Dewantara (KHD) membedakan kata Pendidikan dan Pengajaran dalam memahami arti dan tujuan Pendidikan. Menurut KHD, pengajaran (onderwijs) adalah bagian dari Pendidikan. Pengajaran merupakan proses Pendidikan dalam memberi ilmu atau berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin. Sedangkan Pendidikan (opvoeding) memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi- tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat. 

Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti

Setiap peserta didik memiliki kecerdasan berpikir masing-masing. Kecerdasan berpikir peserta didik harus dapat mengembangkan budi pekerti atau watak murid. Pembentukan watak ini bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. 

Dalam teori konvergensi menyatakan bahwa hal dominan dalam pendidikan anak adalah faktor bawaan atau hereditas.  Dalam hal ini setiap anak membawa potensi yang diperoleh secara genetis dari pendahulunya, termasuk ayah dan ibu. Fungsi dari pendidikan ini adalah mengembangkan potensi bawaan anak yang positif dan menyamarkan potensi bawaan yang negatif. 

Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan

Ada 3 poin penting dalam modul Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagian pada topik Merdeka Belajar ini, diantaranya:
  • Selamat dan Bahagia
  • Sistem Among
  • Merdeka Belajar Abad 21
Selamat dan Bahagia
Pendidikan seharusnya dapat mengantarkan peserta didik untuk keselamatan dan kebahagian hidupnya.  Pendidikan tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi mendorong murid untuk menemukan pemahaman bermakna yang relevan dengan kehidupannya. 

Sistem Among
Sistem among diciptakan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani 

Merdeka Belajar Abad-21
Kompetensi yang diharapkan di abad 21 menjadi kompetensi yang perlu dimiliki murid untuk menghadapi tantangan-tantangan ke depan. Salah satu caranya adalah memerdekan murid dalam belajar, menggali keingintahuannya dengan bimbingan guru.

Terima Kasih.

Setelah membaca artikel tentang aksi nyata untuk topik MERDEKA BELAJAR, mohon Bapak/Ibu untuk mengikuti form umpan balik terkait kegiatan yang sudah saya lakukan:

Rabu, 18 Januari 2023

Biografi Bob Sadino

         Indonesia bukan hanya kaya akan hasil alam saja namun juga sumber daya manusia yang kompeten. Ada banyak tokoh terkenal dengan perjalanan hidup inspiratif dari berbagai bidang termasuk usaha. Berikut biografi salah satu pengusaha pangan dan peternakan sukses Bob Sadino.

Latar Belakang Bob Sadino

        Pengusaha nyentrik dengan gaya berbusana khas baju safari dan celana pendek ini memiliki nama asli Bambang Mustari Sadino. Ia lahir dari pasangan suami istri Sadino dan Itinah Soeraputra pada 9 maret 1933 di Tanjungkarang, Lampung kemudian wafat di Jakarta tanggal 19 januari 2015.

Sabtu, 12 November 2022

Perangkat Pembelajaran PPG Kimia untuk Termokimia dan Asam Basa

Materi kuliah PPL dilaksanakan dalam bentuk aktivitas praktik pembelajaran inovatif. Saat saya melakukan aktivitas PPL ini, mahasiswa disarankan membuat dua video aksi pembelajaran di dalam kelas dengan menggunakan dua model pembelajaran, yaitu:

  1. Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), dan
  2. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL)
Saat itu saya memilih materi Termokimia dan Asam Basa. Sebagai referensi Bapak/Ibu semua, berikut saya lampirkan link perangkat saya.

TERMOKIMIA

Silahkan klik link berikut untuk mengakses perangkat pembelajaran untuk materi Termokimia dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)

Termokima

ASAM BASA

Silahkan klik link berikut untuk mengakses perangkat pembelajaran untuk materi Asam Basa dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL)

Asam Basa

Terima Kasih

Maju Bersama Hebat Semua

Senin, 29 Agustus 2022

1.4.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 1.4

Tujuan Pembelajaran Khusus:

  • CGP memahami keterkaitan konsep budaya positif dengan materi pada modul 1.1, 1.2 dan 1.3.
  • CGP dapat menyusun langkah dan strategi yang lebih efektif, konkret, dan realistis untuk mewujudkan budaya positif di sekolah.
Koneksi antar materi, tersaji dalam presentasi berikut:
1.4.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 1.4 oleh Rhafino Pahlevi

langkah dan strategi yang lebih efektif, konkret, dan realistis untuk mewujudkan budaya positif di sekolah, tersaji dalam presentasi berikut:


1.4.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 1.4 Rancangan Tindakan untuk aksi nyata oleh Rhafino Pahlevi

Demikian koneksi antar materi untuk modul 1.4 Pendidikan Guru Penggerak.

Salam Guru Penggerak, Guru Bergerak Indonesia Maju


Terima Kasih.

Jumat, 19 Agustus 2022

Pembuatan Rencana Evaluasi

Instrumen yang akan saya gunakan untuk pembuatan rencana aksi pada PPG Daljam kategori 1 tahun 2022 yang terdiri dari:

  1. Jurnal refleksi
  2. Lembar observasi
  3. Penilaian hasil wawancara
  4. Hasil survey kepada murid/guru/kepala sekolah/orang tua
  5. Artefak hasil belajar siswa
Link intrumen:

Artefak hasil belajar siswa akan dikumpulkan dalam 1 template yang sama, kumpulan-kumpulan template yang dikumpulkan siswa, selanjutnya dijadikan satu dalam sebuah web blog.

Template yang akan digunakan oleh siswa:

Artefak Hasil Belajar Siswa_Rhafino oleh Rhafino Rieza Pahlevi

Terima kasih.